Cara Belajar Yang Aneh

Menjelaskan ilmu teknik perbaikan TV kepada orang lain yang berbeda latarbelakang pendidikan diperlukan terobosanbaru, agar semua tujuan dari pembelajaran mudah tercapai. Dengan menggunakan metode D&L setiap orang diharapkan lebih mudah dan bisa memahami ilmu yang sulit. Ketika melakukan proses belajar siswa kursus tidak diberikan kesempatan untuk mengkaji terlalu dalam dari sebuah ilmu. alasannya sebagai berikut

  1. Beranjak dari berbagai pertanyaan yang semestinya tidak perlu muncul. misalnya kenapa TV bisa muncul gambar, sedangkan kalo dilihat kasat mata tabung TV itu hanya kumpulan dari bahan beling/kaca. contoh pertanyaan lain, bahan pembuat dari komponen flyback itu apa saja kok bisa menghasilkan tegangan 30.000 Volt hingga 35.000 volt. Ternyata semua pertanyaan itu menjadi salah satu penghambat dari proses belajar service TV yang menggunakan metode D&L. Metode D&L adalah metode Doktrin dan Latah teknik, D&L mencoba menyampaikan dengan pola penyederhanaan sebuah ilmu yang sulit dipelajari oleh orang non teknik menjadi sesuatu yang mudah.
  2. Ketika seorang siswa diberitahu nama sebuah komponen akan langsung disuruh menghafal, nama dan bentuk komponen, fungsi dan lainsebagainya. metode D&L tidak mengarahkan siswa untuk mengetahui secara detail sebuah komponen. misalnya sejarah dari komponen itu, bahan dasar komponen dan data-data secara spesifik yang lain. target yang paling utama adalah peserta hanya mengetahui hal yang umum saja dengan seiring waktu setelah logika teknik terbentuk di diri siswa baru kemudian siswa akan dengan sendirinya dapat menjelaskan apakah komponen itu. Persis kejadiannya dengan seorang anak kecil yang belum bisa diajak komunikasi. Anak kecil tahu yang namanya meja, kursi, mobil-mobilan, sepeda, TV.dll. Anak kecil juga tahu fungsi dari semua benda itu, bahkan bisa memanfaatkannya sekaligus menggunakannya. Mereka (anak kecil itu) tidak perlu tahu definisi, bahkan boleh jadi anak kecil  tidak tahu sama sekali bahan dasar pembuat benda tersebut. hari berganti hari disaat usia anak kecil sudah beranjak besar dan mengikuti pendidikan disekolah. Maka dia sudah bisa menjelaskan apakah yang namanya meja, kursi, mobil-mobilan, sepeda, TV dll.
  3. Target dari kursus adalah bagaimana dalam waktu yang singkat siapapun orangnya sudah dapat memperbaiki TV yang rusak. Hal ini sesuai dengan zaman yang semuanya pinginnya serba instan. Sehingga diperlukan ketegasan dalam memilih materi kursus, dengan menentukan mana yang perlu dipelajari dan mana yang sementara ditunda dulu untuk diajarkan atau ketahui oleh siswa, dan waktu yang akan menjawabnya.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s