PEMBAHASAN RESISTOR

RESISTOR

 

Resistor adalah komponen yang terbuat dari bahan cemen. Sifat dari resistor dapat menghantar dan mengurangi tegangan sekaligus juga dapat mengurangi arusnya. Nilai hambatannya ada dua jenis,

  • Nilai resistor tetap, jika berubah berarti resistor tersebut sudah rusak.
  • Nilai resistor dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan.

Penentuan nilai sebuah resistor ada yang menggunakan kode warna ada juga yang langsung tertera di badan resistor.

Ada beberapa fungsi dari resistor

  1. Untuk mengecilkan arus,
  2. Mengecilkan tegangan,
  3. Mengurangi tegangan
  4. Membagi tegangan.

Resistor tidak memiliki polaritas maksudnya pemasangan resistor pada mesin TV atau PCB dapat dibolak-balik. Dan tidak berakibat rusak jika pemasangan resistor terbalik. Demikian juga pada saat anda mengukur kondisi resistor dengan menggunakan multimeter. Penempatan kabel (probe) merah dan hitam boleh dibolak-balik.

promo

Nilai resistor merupakan besarnya resistansi dari resistor tersebut. Untuk nilai sebuah resistor menggunakan satuan Ω, (cara membacanya OHM)Selanjutnya saya akan menggunakan lambang Ω untuk menuliskan nilai sebuah resistor.

Untuk menunjukkan nilai sebuah resistor yang tidak menggunakan kode warna biasanya memakai huruf R saja. Misalnya 1R atau 10 R yang artinya resistor tersebut memiliki nilai sebesar 1Ω, dan 10R nilainya adalah 10Ω.

Resistor menggunakan kode huruf R biasanya ditunjukan untuk resistor yang bernilai di bawah 1K. Sedangkan di atas 1K menggunakan huruf K, misalnya 10K yang artinya resistor tersebut bernilai 10 KΩ.

Nilai resistor yang beredar dipasaran berkisar antara 0.22Ω sampai 22MΩ.

Daya resistor adalah kemampuan yang dimiliki oleh resistor agar tidak terbakar pada saat dialiri arus atau tegangan. Dan satuan daya resistor  adalah W (Watt).

Contoh:

Daya resistor yang beredar dipasaran antara lain 1W, 2W, 3W, 5W, 7W, 10W, 20W.

CARA MEMBACA NILAI RESISTOR

Nilai sebuah resistor dapat diketahui dengan 2 (dua) cara yaitu

  1. Membaca tulisan yang tertera di badan resistor. Hanya dengan membaca angka yang tertulis di badan resistor maka anda sudah mengetahui nilai sebuah resistor.
  2. Nilai resistor tidak ditulis dengan angka, tetapi hanya gelang-gelang warna pada badan resistor. Cara membacanya menggunakan hitungan yang sederhana berdasarkan kode warna atau gelang-gelang warna pada badan resistor. Setiap warna memiliki nilai seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
WARNA NILAI
Hitam 0
Coklat 1
Merah 2
Oranye 3
Kuning 4
Hijau 5
Biru 6
Ungu 7
Abu-abu 8
putih 9

Jika anda hafal nilai setiap warna, maka anda tidak akan mengalami kesulitan dalam mengetahui nilai sebuah resistor.

Contoh: Cara membaca dan menghitung nilai resistor

Gambar resistor di atas memiliki urutan warna dari kanan ke tengah yaitu coklat, hitam, oranye dan emas. Dengan melihat gambar di atas berarti nilai resistor adalah 10KΩ.

Cara menghitung resistor sebagai berikut

Gelang pertama berwarna coklat nilainya = 1

Gelang ke dua berwarna hitam nilainya = 0

Gelang ke tiga berwarna oranye nilainya = 3

Gelang ke empat berwarna emas nilainya 5%

Gelang pertama yang tertera di badan resistor adalah coklat. Karena nilai dari warna coklat 1 (satu) maka langsung saja di tulis angka 1(satu).

kemudian gelang kedua berwarna hitam sesuai dengan tabel di atas warna hitam nilainya 0 (nol). Langsung juga ditulis angka 0 di belakang angka 1.

Gelang ke tiga warnanya oranye yang memiliki nilai 3. Karena gelang ketiga menunjukkan jumlah nolnya, maka setelah angka 10 ditambah dengan angka 0 (nol) sebanyak 3(tiga).

Jadi angka keseluruhan menjadi 10000

promo

Hasil dari rincian di atas menunjukan bahwa nilai resistor dengan gelang warna coklat, hitam, oranye dan emas adalah 10.000Ω atau 10KΩ.

1 KΩ (Kilo Ω) = 1000 Ω
10 KΩ = 10.000 Ω
100 KΩ = 100.000 Ω
1 M (Mega Ω = 1.000.000 Ω
10 M = 10.000.000 Ω

Berdasarkan kebiasaan dalam teknik elektronika. Setiap nilai resistor lebih dari 1000 menyebutnya K atau Kilo dan lebih dari 1.000.000 menyebutnya M atau Mega.

Jika anda membeli sebuah resistor tidak perlu menyebutkan nilai yang belum di singkat, misalkan 15.000 Ω. anda cukup mengatakan nilai resistor 15KΩ saja

Gelang warna yang ke empat berwarna emas.  Warna emas ini adalah sebagai toleransi dari nilai resistor itu sendiri. Maksudnya nilai resistor tidak mutlak sama dengan warna gelang yang ada di badan resistor tetapi nilainya dapat berubah menjadi lebih besar atau lebih kecil dari nilai resistor yang terbaca. Perubahan nilai resistor disesuaikan dengan warna toleransinya. Berikut daftar warna toleransi resistor

WARNA NILAI TOLERANSI
Hijau 0.5 %
Coklat 1 %
Merah 2 %
Emas 5 %
Perak 10 %
Tidak ada warna 20 %

Cara memahami toleransi

Nilai toleransi dari warna emas adalah 5% Artinya resistor itu dapat bernilai kurang dari 5% atau lebih dari 5% dari nilai yang tertera .

Misalkan resistor dengan nilai 10KΩ. Memiliki warna emas pada gelang ke empat, berdasarkan daftar nilai toleransi warna emas adalah 5%. Maka nilai resistor tersebut adalah

100 Ω + 5% = 105 Ω

100 Ω – 5% = 95 Ω

Dengan demikian nilai resistor dengan toleransi 5% bernilai antara 95 Ω sampai dengan 105 Ω. Pada saat anda mengukur resistor tersebut dengan multimeter dan hasil ukur menunjukkan angka 95 Ω atau 105 Ω. Maka resistor tersebut masih dalam kondisi bagus atau tidak rusak.

Cara membaca nilai resistor untuk gelang ke tiga yang berwarna emas atau perak.

Jika gelang ketiga berwarna emas maka cara membacanya yaitu antara gelang pertama dan kedua di beri tanda koma.

Contoh:

Gelang pertama berwarna coklat nilainya = 1

Gelang ke dua berwarna hitam nilainya = 0

Gelang ke tiga berwarna emas

Gelang ke empat berwarna emas toleransi resistor ini adalah 5 %

Karena gelang ke tiga berwarna emas maka antara angka 1 dan 0 di beri tanda koma (,). Sehingga nilai dari resistor tersebut menjadi 1,0 Ω atau 1 Ω. Apabila gelang ke tiga sebuah resistor berwarna emas maka nilai resistor tersebut di bawah 10Ω

Beda lagi kalau gelang ke tiga berwarna perak, maka di depan nilai gelang pertama diberi tanda koma atau menjadi nol koma (0,…)

Contoh:

Gelang pertama berwarna merah nilainya = 2

Gelang ke dua berwarna merah nilainya = 2

Gelang ke tiga berwarna perak

Gelang ke empat berwarna perak toleransi resistor ini adalah 10%

Karena gelang ke tiga berwarna perak, maka sebelum angka 22 di beri tanda koma (,). Sehingga nilai dari resistor tersebut menjadi ,22 Ω atau

0,22 Ω. Untuk sebuah resistor yang gelang ke tiga berwarna perak maka nilai resistor tersebut di bawah 1Ω

Cara membaca nilai resistor dengan jumlah gelang 4 atau 5

–      Resistor yang jumlah gelang warnanya ada 4 gelang, maka untuk gelang yang ke tiga menunjukkan jumlah atau banyaknya angka 0

–      Resistor yang jumlah gelang warnanya ada 5, maka untuk gelang yang ke empat menunjukkan jumlah atau banyaknya angka 0 (nol)

Sebagai bahan untuk latihan anda. silahkan dihitung kemudian dicocokan. Dan ingat anda harus menghafal warna dan nilainya. Anda harus sering mencoba agar anda lancar dalam membaca nilai sebuah resistor

WARNA RESISTOR

NILAI RESISTOR

Oranye, Oranye, Perak, Emas

0.33 Ω

Kuning, Ungu, Emas, Emas

4.7 Ω

Coklat, Hitam, Hitam, Emas

10 Ω

Hijau, Biru, Coklat, Emas

560 Ω

Abu-Abu, Merah, Oranye, Emas

82 KΩ

Coklat, Merah, Kuning, Emas

120 KΩ

Coklat, Hitam, Hijau, Emas

1 MΩ

promo

Harga buku panduan service TV RP. 300 ribu, mendapatkan 3 buku dan 1 keping dvd sebagai bonus. Smskan alamat rumah anda ke Nomer hp 081379451508

buku panduan service tv

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

6 Balasan ke PEMBAHASAN RESISTOR

  1. ardiansyah berkata:

    trimakasih stelah sy membaca plajaran di atas jd lbh memahami tentang nilai resistor

  2. fachrozi0 berkata:

    Izin Copas ya min

  3. budi sobirin berkata:

    Terima kasih ya mas saya mau pesen bukunya kalau dikirim ke jakarta ongkosnya berapa ya mas soalnya saya dulu sekolah di smk jurusan audio vidio tp bener bener kurang faham banget tp saya melihat artikel mas langsung saya kaya sekolah lagi terima kasih mas atas infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s