Apakah Mudah Belajar Ilmu Elektronika, inilah pendapat saya…

  1. Kemudahan atau kesulitan dalam memahami sebuah ilmu baru menurut pendapat saya adalah tergantung dari hasil penilaian kita atas ilmu itu. Apabila saat kali pertama kita ditawari untuk belajar ilmu baru.  Kemudian kita menganggap bahwa ilmu baru tersebut mudah dipelajari, maka proses selanjutnya yang akan kita jalani menjadi lebih mudah. Sebaliknya manakala kita merasa bahwa ilmu baru tersebut sulit untuk diterima, maka secara otomatis hati kita turut serta mengamini, Dan tentunya berakibat pada susahnya mencerna ilmu baru tersebut, walaupun sebenarnya penjelasannya sangat sederhana.
  2. Jika ingin belajar ilmu baru yang bidangnya teknik akan terasa sangat mudah dan cepat menguasai jika proses pembelajarannya dipandu oleh orang lain. Siapapun anda berusahalah untuk memperoleh pemandu dalam belajar elektronika yang bersedia berbagai pengalaman tanpa batas, seperti syair dalam lagu ” tiada dusta di antara kita”. totalitas seorang guru terhadap muridnya dalam belajar menjadikan suksesnya dalam pengkaderan.
  3. Teori dan praktek harus beriringan, jangan hanya mau belajar teori tapi enggan berpraktek dengan alasan takut kesetrum. Bagi anda yang takut kesetrum, ketahuilah bahwa titik atau jalur yang ada setrumnya tidak akan melukai anda jika anda tidak memegangnya. Seorang teknisi TV saat melakukan pengukuran tegangan, disekitarnya penuh dengan tegangan yang sangat tinggi sampai 35.000 volt, kesetrum 220Volt listrik PLN aja sudah sakit apalagi sampai 35.000volt. Seorang teknisi tau titik-titik mana yang tegangan besar dan dia tidak melakukan tindakan iseng dengan menyentuh tegangan yang besar tersebut. Seperti kalau ada seekor ular cobra liar yang lagi diam ditempat. Apabila anda tidak memegangnya maka anda tidak akan digigit. Kita sudah tahu itu berbahaya maka cuekin aja dan tetap waspada terus lakukan aktivitas disekitarnya.
  4. Kalau kita belajar elektronika maka secara tidak langsung akan diajari tentang kejujuran, kok bisa, begini penjelasannya. Elektronika hanya mengenal dua kata yaitu YA atau TIDAK atau dengan bahasa lain tegangan di sebuah titik itu hanya ada dua kemungkinan ada tegangan atau tidak ada tegangan. listrik itu dikenal jujur jika disitu ada tegangan maka ada reaksi atau kalo dipegang bisa kesetrum bila tegangannya lebih dari 50Volt. dan sebaliknya jika tidak ada tegangan maka tidak akan kesetrum. Kalo anda sedang belajar elektronika dengan dipandu orang lain, katakan anda belum bisa jika menemui jalan buntu, jangan mencoba-coba sendiri karena belum ahli. Dengan sikap jujur anda akan lebih cepat balajarnya. Dalam mengajari siswa kursus saya melarang siswa memikirkan sendiri ketika mengalami kesulitan dalam melakukan perbaikan TV apalagi sampai berjam-jam. Yang namanya belajar jangan sampai dibuat pusing oleh penyakit TV, saya bersedia memandu langkah demi langkah agar kesulitan dapat diurai menjadi sebuh titik terang
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

6 Balasan ke Apakah Mudah Belajar Ilmu Elektronika, inilah pendapat saya…

  1. inosutarno berkata:

    saya sangat ingin sekali
    memahami tentang jalur
    dan fungsi-fungsi
    komponen
    elektronik,kebisaan saya
    masih sangat
    minim,sampai saya
    beranikan diri service
    adaptor charger HP tanpa
    ada yang
    membimbing,cara
    mengukur kerusakanpun
    hanya dengan kira-kira
    mana yang kiranya gosong
    itu yang rusak,ternyata
    salah kaprah akhirnya
    yang saya coba untuk
    pernaiki malah terbakar
    semua.Maka dari itu saya
    ingin sekali
    panduannya,apakah saya
    bisa kursus juga?mohon
    bantuannya.terimakasih
    by (ino)..

    • kursusservicetv berkata:

      Dengan senang hati menyambut niat baik anda, ada dua cara yang dapat membuat anda lebih jauh mengenal dan berkecimpung dengan dunia elektronika
      1. Apabila anda terbiasa belajar mandiri atau otodidak, Silahkan anda pesan ebook, kemudian diprint semuanya lebih dari 400 halaman, setiap membaca pembahasan komponen disertai foto, usahakan anda memiliki komponennya seperti contoh dalam buku walaupun satu. dalam pembahasan alat kerja ikuti petunjukknya agar anda terampil dlam menggunakan alat kerja seperti cara menggunakan multimeter
      2. Jika anda lebih menyenangi belajar dengan dibimbing secara perlahan, datang saja ke tempat saya di Pringsewu-Lampung. mengikuti program belajar menjadi seorang teknisi. silahkan hubungi saya 081379451508

      • inosutarno berkata:

        Saya domisili jakarta pak,kalo mau tanya-tanya bisa bantu yah untuk cara-cara mengukur komponen elektronika,saya punya LCD TV Toshiba 19 inch,masalahnya kalo saya setel layarnya separuh ada garis-garis seperti selendang tapi tak lama kadang ilang sendiri,kata teman saya yang rusak RGBnya saya tidak tau ngecek RGB kira-kira apanya yg perlu diganti.trimakasih

      • kursusservicetv berkata:

        TV dan LCD TV pada umumnya berbeda,
        1. mesin TV untuk produk saat ini, setiap bagian ada komponen secara rinci.dan terpisah, misalnya bagian power supply, bagin croma, bagian horisontal, bagian vertikal, bagian RGB atau orang banyak mengenal dengan istilah bagian matrik, dll.
        2. Untuk LCD TV setiap merk dan type tidak tentu sama
        – Ada yang LCD TV terdiri dari 3 bagian (untuk power supply menggunakan power eksternal atau adaptor): bagian tombol panel didepan, bagian layar LCD itu sendiri berikut ballas (inverternya)dan satu mesin utama (mainboard) yang isinya antara lain bagian if,video,audio,IC program,VGA dll. Satu mesin utama (mainboard), jika rusak biasanya diganti satu blok kecuali yang rusak elco atau bagian regulator, jika IC yang rusak untuk suku cadangnya sulit tersedia dipasaran atau bahkan di kantor agen merk tertentu juga tidak tersedia, yang ada per modul atau satu set
        – Ada yang LCD TV terdiri 4 bagian; Power supply, tombol panel, mesin utama (mainboard), layarnya (LCD).

        Perbaikan mesin LCD TV hampir sama dengan perbaikan HandPhone dan mainboard CPU/laptop, suku cadang tidak semua tersedia biasanya sistem/model kanibal dari merk serupa yang komponen sama. kecuali mau mengganti satu set dan tidak perlu melakukan perbaikan mesin utama atau mainboardnya.

        Sedangkan kasus TV LCD anda merk samsung, bagian RGB tidak seperti TV tabung yang bagiannya terpisah dan nempel di kaki tabung, boleh jadi bagian power supply atau mainboard atau mesin yang nempel di layar LCDnya yang ada masalah. Hal ini perlu ada pemeriksaan lebih mendalam guna memastikan penyebab dari kerusakan tersebut.

  2. Dedi Jovi berkata:

    Gan mau tanya Tv cina avante gak keluar gambar dan suara tp klu tp klu jack antene ditekan baru keluar gambar dan suara begitu dilepas ilang lagi jd apanya yang bermasalah mohon pencerahannya

    • kursusservicetv berkata:

      kerusakan tidak ada gambar dan suara itu muncul pertanyaan susulan
      – apakah bintik-bintiknya ada atau tidak ada
      – apakah tabung menjadi gelap atau tidak ada cahaya/menjadi biru layarnya
      – apakah cahaya menjadi putih saja dll,
      …….saya jawab secara umum saja
      coba pake AV/dvd terlebih dahulu apakah juga hilang gambar dan suaranya ini uraian yang saya kemukakan
      1. Apabila sudah dicoba menggunakan DVD atau AV tetap tidak ada gambar dan suara, kemungkinan , solderan yang ada pada mesin tv banyak yang longgar, karena pada saat terkena goncangan atau tekanan pada tuner, solderan kaki komponen menyambung kembali dan nanti lepas lagi lalu gambar dan suara hilang juga, langkah perbaikannya amati kaki -kaki komponen terutama IC vertikal, flyback dan power supply kemungkinan solderannya banyak yang longgar, silahkan disolder lagi dengan menambahkan timah atau tenolnya jangan lupa kaki-kaki komponen lain juga perlu dicek kwalitas solderannya
      2. Jika mencoba menggunakan DVD gambar dan suara tetap utuh walaupun jack tuner sudah digoyang-goyang, maka dapat dipastikan solderan pada komponen tuner ada yang lepas, silahkan buka tuner kemudian amati dan cari solderan yang lepas kemudian anda solder kembali, atau anda boleh juga mengganti tunernya he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s