Cara Kerja Televisi

A.   KEGUNAAN MEMPELAJARI CARA KERJA TELEVISI

Untuk dapat memamahi cara perbaikan televisi, hendaknya para pemula terlebih dahulu mempelajari cara kerja televisi. Dalam perbaikan televisi diawali dengan melakukan analisa. Kemudian hasil analisa dilakukan pengamatan secara langsung dengan cara mengukur tegangan di setiap titik. Hasil dari pengukuran diperoleh kesimpulan sementara bahwa yang menjadi penyebab dari kerusakan televisi adalah bagian tertentu. Analisa sementara ini akan membawa kita secara terus menerus untuk melakukan pelacakan dari tahapan selanjutnya, sampai diketemukan komponen yang rusak atau komponen yang menjadi penyebab kerusakan. Dari uraian di atas dapat diambil sebuah kesimpulan dan kecenderungan lebih menguatkan atau menegaskan kepada kita bahwa untuk dapat memperbaiki televisi harus memahami cara kerja televisi.

Di bawah ini adalah uraian dari jenis kerusakan televisi berdasarkan penyebabnya dan dengan dasar teori perbaikan akan lebih mudah

Televisi rusak karena ada komponen yang rusak. Ada dua hal tentang kerusakan komponen

  1. Komponen rusak tidak mengajak temen yang lain (komponen yang lainnya bagus) atau kata lain dia sendiri yang rusak, ketika diganti komponen tersebut, tv akan normal kembali. Contoh; tuner  rusak, yoke rusak, IC suara rusak dll
  2. Komponen tertentu rusak karena ada komponen yang menjadi penyebabnya, sehingga komponen yang rusak lebih dari satu. Contoh; fuse putus kemungkinan ada yang menjadi penyebabnya (misalnya, transistor power supply atau dioda), transistor Horisontal out rusak mungkin ada yang menjadi penyebabnya (misalnya, flyback, yoke, tabung atau tegangan B+ naik menjadi tinggi)

Televisi rusak disebabkan terjadinya kenaikan atau penurunan tegangan listrik dari PLN/diesel/pembangkit listrik. Dan yang terakhir Televisi rusak karena tersambar petir jalur listrik atau melalui antena

Walaupun dalam kenyataan ada orang yang dapat memperbaiki televisi dan berhasil menormalkan kembali televisi yang rusak, tanpa harus mempelajari cara kerja TV Menurut saya itu hanyalah kebetulan saja. Pada saat memperbaiki televisi, orang tersebut melakukan pengukuran komponen satu persatu atau coba mencoba dari berbagai komponen satu ke komponen yang lain. Apabila televisi menjadi bagus atau televisi normal kembali. Berarti selesai sudah perbaikannya. Jika tidak berarti mentok atau sudah tidak ada jalan ke luar lagi. Dan biasanya solusi akhir dilakukan penggantin mesin tv. Dari kebiasaan yang dilakukan secara berulang atau terus menerus menjadikan seseorang menjadi pengalaman dari berbagai kerusakan televisi dan penyebabnya.

Bagaimana dengan orang yang memperbaiki televisi berdasarkan teori cara kerja televisi.? ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh atau manfaatnya apabila dapat memahami cara kerja televisi

  1. Dalam perbaikan dapat dilakukan penghematan; waktu, beaya dan tenaga, karena tidak perlu coba dan mencoba
  2. Dapat melakukan pemetaan wilayah kerusakan sehingga mencari penyebabnya dapat difokuskan
  3. Jika kerusakan ringan dapat dilakukan perbaikan televisi hanya dengan hitungan menit
  4. Mesin televisi menjadi lebih bersih dan rapi karena terhindar dari terlalu seringnya melepas komponen yang tidak perlu dilepas dan diukur karena secara teori komponen tersebut tidak menjadi penyebab dari kerusakan.
  5. Seminimal mungkin terjadi kesalahan atau terhindar dari salah analisa atau mal praktek jika teori diterapkan secara benar. Teori ini menyangkut tentang teori komponen dan teori cara kerja televisi.
  • B.    SKEMA BLOK DAN CARA KERJA TELEVISI

Memahami mesin televisi dapat menjadi mudah ketika belajar skema blok televisi kemudian dipadukan dengan skema/rangkaian televisi. Pada prinsipnya semua televisi sama, yang membedakan antara merk satu dengan yang lain terletak pada nilai komponen maupun tata letak komponen pada bagian tertentu dan juga karena tersedianya berbagai fasilitas tambahan atau aksesoris dari televisi tersebut. Fasilitas yang ada pada televisi biasanya menyangkut 3 hal

  1. Tampilan, dari sisi tampilan terbagi lagi menjadi dua, dari ukuran tabung televisi dan bentuk tabung tv (cembung, semi flat, serta flat/datar)
  2. Suara, suara yang dihasilkan televisi juga ada dua macam yaitu suara televisi mono dan kwalitas suara stereo
  3. Aksesoris (selain dari tampilan dan suara), ada juga yang menjadikan televisi tersebut semakin canggih, misalnya ada fasilitas DVD, teletex, OPC dll

Di bawah ini adalah skema blok televisi yang sederhana

SKEMATV UPDATE

buku panduan seervice tv murah

Penjelasan dari cara kerja televisi berdasarkan skema blok dengan bahasa yang sederhana

1.    Tuner

Saat kali pertama televisi hidup, antenna menerima siaran dari berbagai pemancar televisi. Oleh tuner diproses dan dipilih salah satu dari siaran yang ada. Penentuan siaran dari pemancar televisi mana yang akan diproses di dalam tuner tergantung dari pemakai/user atau pemirsa televisi. Apabila pemirsa memilih siaran Indosiar, maka hanya frekwensi Indosiar yang akan dieksekusi oleh tuner kemudian hasil olahan atau proses yang terjadi di teruskan menuju bagian croma.

2.    Croma

Pada bagian croma ini bertugas untuk memproses sinyal yang berasal dari tuner dan dilakukan pemisahan yang sesuai dengan alur dan fungsinya, misanya sinyal suara diberikan kebagian suara, sinyal gambar diberikan ke bagian gambar dan sinya warna diteruskan ke bagian warna dan sinyal sincronisasi diberikan kebagian sincronisasi.

Pada bagian ini secara fisik terdapat pada satu IC dengan nama IC croma, ada juga yang menyebutnya dengan nama IC jungle, onechip, IC gambar dll. Bahkan untuk televisi model baru IC croma dijadikan satu dengan IC program/control. Sehingga dalam mesin televisi hanya ada satu IC yang fisiknya besar.

Penamaan nama pada bagian ini tergantung dari daerah mana orang tersebut berasal. Saya menyebutnya dengan nama IC croma. Karena empat bagian ini dikemas atau dijadikan satu IC maka kalau salah satu bagian yang rusak harus mengganti IC, walaupun bagian lainnya masih dinyatakan bagus.

Beberapa kerusakan yang umum terjadi pada IC Croma, antara lain, televisi mati (horizontal oscillator tidak bekerja), gambar tidak ada (gelap), polos putih, gambar roling, gambar satu garis  horizontal, nangkap siaran lemah (bures), warna tidak ada, warna jelek, salah satu warna hilang, suara hilang, suara ngosos, suara ngorok dan masih banyak yang lainnya.

3.    Audio Amplifer

Pada bagian ini yang bertugas untuk menguatkan suara yang telah mengalami pemrosesan di dalam IC croma sehingga suara menjadi bersih tidak bercampur dengan suara desis. Pada bagian input sudah dapat didengarkan suaranya jika anda mencoba dengan speaker aktif atau ampli rakitan.

4.    Speaker

Speaker berfungsi untuk merubah sinyal suara menjadi suara, jika suaranya sember berarti speakernya rusak atau jika volume dibesarkan suara jadi jelek berarti speakernya yang digunakan sebagai pengganti terlalu kecil wattnya atau mungkin sudah rusak.

5.    Video amp

Pada bagian ini berfungsi untuk menguatkan sinyal video yang sudah bercampur dengan sinyal warna sehingga gambar yang tampak pada tabung sudah sesuai dengan aslinya atau sama dengan gambar yang dipancarkan oleh pemacar televisi, apabila pemancar televisi memancarkan gambar bunga yang berwarna merah maka saat dilihat di televisi gambarnyapun harus sama dengan gambar bunga berwarna merah. Pada bagian ini kerusakannya dapat dideteksi hanya dengan melihat warna yang hilang. Ada tiga warna yang wajib ada yaitu warna hijau, warna merah dan warna biru. Amati gambar dan warnanya saat televisi hidup, jika salah satu dari ke tiga warna tidak muncul, mungkin bagian ini yang mengalami kerusakan,

6.    Tabung atau CRT,

Bagian ini berfungsi untuk merubah sinyal gambar menjadi gambar yang nyata pada saat kita melihat televisi hidup. Untuk dapat mengatakan ada masalah pada gambar atau tidak terkait dengan kwalitas tabung, dapat anda bandingkan dengan televisi yang normal, amati apakah ada perbedaan kwalitas gambarnya?

7.    Vertical driver dan vertical out

Televisi jika tidak terpasang komponen yoke atau kabel yoke tidak terhubung dengan bagian vertikal dan horisontal. Gambarnya hanya berupa satu titik di tengah. Tidak terpasang yoke ini sama saja kedua bagian tersebut tidak berfungsi untuk menarik gambar dari sisi vertikal dan horisontal.

Pada bagian vertikal driver dan vertikal out biasanya berbentuk satu ic yaitu yang sering disebut dengan nama IC vertikal, bagian ini berfungsi untuk menarik gambar dari tengah ke atas dan dari tengah ke bawah. Akibat yang ditimbulkan ketika bagian vertikal ini tidak bekerja maka gambar yang nampak hanya satu garis horisontal atau satu garis tidur. Atau boleh jadi kerusakan yang terkait dengan bentuk gambar arah ke atas atau ke bawah, misalnya gambar kurang penuh bagian atas maupun bawah, gambar melipat yang bagian atas saja atau bagian bawah saja, gambar lonjong dll.

8.    Horisontal driver

Pada bagian ini berfungsi untuk menguatkan sinyal horisontal oscillator yang berasal dari IC croma. Ketika IC croma mendapatkan tegangan, yang nama pin ICnya ada yang ditulis dengan HVCC, VCC start, VCCH, Hstart dll. Maka sinyal oscilator horisontal akan diteruskan ke bagian horisontal driver. Oleh bagian horizontal driver didorong dan dikuatkan yang kemudian diberikan kepada bagian horisontal out. Bagian ini berbentuk trafo kecil dan satu transistor.

9.    Horisontal Out,

Setelah menerima sinyal horisontal yang telah didorong dan dikuatkan oleh bagian horisontal driver, kemudian bagian horisontal out akan menguatkan lagi dan tegangan yang dikeluarkan pada bagian ini juga sangat besar. Bagian horisontal out ini berbentuk transistor horisontal. Sinyal horisontal disamping untuk menghidupkan flyback juga berfungsi untuk menarik gambar dari titik tengah ke arah kanan dan dari tengah ke kiri, sehingga gambarnya menjadi penuh.

10. FBT/Flyback,

Bagian ini berfungsi untuk membangkitkan tegangan tinggi, bekerja. Kedua bagian antara horisontal out dan FBT/flyback  tidak bisa terpisahkan, walaupun tegangan untuk flyback sudah ada namun jika sinyal horisontal belum sampai ke kaki basis transistor horisontal out maka flyback ini belum dapat dikatakan sudah bekerja. Pengaturan yang tersedia pada body flyback yang berbentuk trimpot dipergunakan untuk mengatur kwalitas gambar.

11. Power supply,

Bagian ini bertugas mensupply kebutuhan tegangan dari semua bagian. Ada juga kebutuhan dari tegangan pada bagian tertentu tidak diambil dari power supply tetapi diambil dari bagian FBT/flyback. Misalnya heater, tegangan screen dan tegangan focus. Ada juga merk tertentu tegangan vertical, tegangan 180V dan tegangan yang lainnya dari flyback.

12. Control/program

Sebelum mengenal teknologi digital, semua pengaturan televisi menggunakan cara manual, dengan cara diputar atau digeser. Dan juga tidak mengenal remote control.  Televisi model lama menggunakan komponen trimpot, potensio dan atau switch/saklar. bagian ini berfungsi untuk mengontrol atau mengendalikan semua bagian yang ada koneksi atau terhubung dengan bagian control, beberapa contoh kegunaan bagian control dalam televisi

  • Bagian tuner yang terhubung dengan bagian control. Dalam kerjanya hanya dengan melakukan tindakan beberapa langkah dengan menekan pada tombol panel maka tuner akan bekerja sesuai perintah, contoh, mencari siaran secara otomatis, memindah dan atau mengatur nomer chanel/siaran
  • Bagian vertical, dengan masuk mode service melalui control dapat mengatur ukuran gambar dari vertical atau horisotal, contoh; V-size/V-amp, V-shift/V-center, V-line, H-size/H-With dll.
  • Bagian suara, dengan menekan tombol volume, pengaturan sudah dapat dilakukan, penekanan tombol volume sama saja dengan mengatur tegangan yang masuk ke pin volume sehingga reaksinya dapat terdengar melalui speaker.dll

buku panduan seervice tv murah

 

 

Harga buku panduan service TV RP. 300 ribu, mendapatkan 3 buku dan 1 keping dvd sebagai bonus. Smskan alamat rumah anda ke Nomer hp 081379451508

buku panduan service tv

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

20 Balasan ke Cara Kerja Televisi

  1. lista de emails berkata:

    the contents are good, but if you improve the site structure, it would be better. lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails

  2. ronald berkata:

    terima kasih atas informasinya,,,,sukses slalu

  3. ipun berkata:

    infonya sangat membantu..
    sukses selalu

  4. Chusairi berkata:

    B+ kurang dari cukup dalam keadaan on/stan by bagaimana solusinya untuk TV ICHIKO ultra slim 21 INCH ?

    • kursusservicetv berkata:

      Coba urutkan jalur optocoupler apakah menuju IC Program atau tidak, jika jalurnya menuju IC program TVnya dipaksa dengan membuat on terlebih dahulu agar power supply menjadi normal, pastikan nilai tegangan b+nya normal, jika tidak menuju IC program periksa komponen bagian powewr supplynya,untuk mencari penyebabnya menurunnya tegangan B+

  5. Kenthoes berkata:

    T O P Buanget.

  6. Rica berkata:

    Mas,sy bnr2 buta servis. Tp sy mo bgt bs servis tv.
    Doain sy ad rezeki,psti sy bli. Krn rkrg sy msh nganggur.
    Yudi.

  7. cahaya berkata:

    saya di wilayah aceh bisakah saya dapat buku nya mas…

  8. tikno kalianda berkata:

    awal dari modal nekat belajar tanpa guru,alkhamdulillah penghasilan sy dpt mencukupi kebutuhan keluarga..apa yg pernah tertulis di blog ini benar adanya,tanpa memahami cara kerja mesin tv,akan sering mengalami tindakan penggantian komponen yg tidak perlu, bahkan hingga ganti mesin dngn yg baru, itulah kalau minim ilmu,(saya) dlm perbaikan tv ilmu dan analisa yg tajam sngt di butuhkan,agar pasien tidak mengalami malpraktek. trimakasih atas semua yg tertulis di blog ini,60% saya dpt mencernanya,,,,, sukses slalu buat admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s